Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia adalah stigma terhadap gangguan kesehatan mental. Stigma ini seringkali membuat orang yang mengalami gangguan kesehatan mental merasa malu atau takut untuk mencari bantuan dan dukungan. Padahal, mengatasi stigma terhadap gangguan kesehatan mental sangat penting agar orang-orang yang membutuhkan bisa mendapatkan perawatan yang tepat.
Menurut Dr. Nova Riyanti Yusuf, seorang psikiater dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, stigma terhadap gangguan kesehatan mental masih sangat tinggi di masyarakat Indonesia. “Banyak orang yang masih percaya bahwa gangguan kesehatan mental adalah hal yang memalukan atau merupakan kutukan. Padahal, gangguan kesehatan mental sama seperti gangguan kesehatan fisik lainnya yang membutuhkan perawatan dan dukungan,” ujarnya.
Cara mengatasi stigma terhadap gangguan kesehatan mental di masyarakat Indonesia tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan edukasi dan sosialisasi mengenai gangguan kesehatan mental. Menurut survey yang dilakukan oleh Indonesian Survey Institute (LSI) pada tahun 2020, 60% masyarakat Indonesia masih belum paham betul mengenai gangguan kesehatan mental.
Dr. Cut Nissa Ramadhani, seorang psikolog klinis, menyarankan agar pemerintah dan lembaga kesehatan lebih aktif dalam melakukan kampanye mengenai pentingnya kesehatan mental. “Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kesehatan mental. Banyak kasus gangguan kesehatan mental yang bisa dicegah jika dideteksi dan ditangani sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, peran media dan selebriti juga sangat penting dalam mengatasi stigma terhadap gangguan kesehatan mental. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, 70% masyarakat Indonesia lebih mudah menerima informasi mengenai kesehatan mental jika disampaikan oleh public figure atau selebriti.
Dengan upaya bersama dari pemerintah, lembaga kesehatan, media, dan selebriti, diharapkan stigma terhadap gangguan kesehatan mental di masyarakat Indonesia dapat terus tereduksi. Sehingga, orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan mental merasa lebih nyaman untuk mencari bantuan dan mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. Tjhin Wiguna, seorang pakar psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, “Mengatasi stigma terhadap gangguan kesehatan mental adalah tugas bersama kita semua.”